ADAMLABS Bersama PT Bryan Medikal Hadir di MaCPLAM 2026, Dukung Transformasi Digital Laboratorium Klinik

Pengelolaan data pemeriksaan merupakan bagian penting dalam operasional fasilitas kesehatan. Mulai dari pencatatan data pasien hingga pelaporan hasil, setiap tahapan membutuhkan informasi yang akurat dan mudah ditelusuri.

Dalam praktiknya, pengelolaan data secara manual dapat menimbulkan berbagai tantangan, terutama ketika volume pemeriksaan cukup tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah Laboratory Information System (LIS). 

Sistem ini membantu laboratorium mengelola informasi pemeriksaan secara digital dan terintegrasi sesuai kebutuhan operasional, sehingga proses pengelolaan data dapat berjalan lebih efisien.

Lantas, apa itu LIS, apa saja fungsinya, dan bagaimana sistem ini bekerja di laboratorium? Simak penjelasan berikut.

Baca Juga: Pindah dari LIS Lama ke LIS Baru: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

​Apa Itu LIS (Laboratory Information System)?

Laboratory Information System (LIS) adalah sistem informasi yang dirancang untuk membantu mengelola data dan alur kerja laboratorium, mulai dari penerimaan permintaan pemeriksaan hingga pengelolaan dan pelaporan hasil.

Dalam laboratorium klinik, LIS berfungsi untuk mendukung pencatatan informasi pasien, pengelolaan permintaan pemeriksaan, identifikasi dan pelacakan sampel, pencatatan hasil, serta proses validasi dan pelaporan.

Dengan sistem yang terstruktur, petugas dapat mengakses informasi sesuai kewenangan dan kebutuhan pekerjaannya. Data yang sebelumnya tersebar di berbagai dokumen atau aplikasi juga dapat dikelola melalui alur kerja yang lebih terorganisasi.

LIS tidak menggantikan peran tenaga laboratorium dalam melakukan pemeriksaan maupun menilai hasil. Sebaliknya, sistem ini membantu mengelola informasi yang dibutuhkan agar proses operasional lebih teratur dan mudah ditelusuri.

Bagaimana Cara Kerja LIS?

Cara kerja LIS mengikuti alur operasional laboratorium. Implementasinya dapat berbeda tergantung jenis pemeriksaan, fasilitas kesehatan, dan konfigurasi sistem.

1. Pendaftaran dan Pembuatan Permintaan Pemeriksaan

Data pasien dan permintaan pemeriksaan dicatat ke dalam sistem. Informasi tersebut menjadi dasar pengelolaan sampel dan proses pemeriksaan selanjutnya.

2. Identifikasi dan Penerimaan Sampel

Sampel yang diterima diidentifikasi sesuai prosedur laboratorium. Petugas dapat mencatat penerimaan serta memantau status sampel melalui sistem.

3. Proses Pemeriksaan

Sampel diproses oleh petugas menggunakan metode dan alat pemeriksaan yang sesuai. Jika tersedia integrasi dengan alat laboratorium, data tertentu dapat dikirimkan ke LIS tanpa perlu dimasukkan kembali secara manual.

4. Pencatatan dan Validasi Hasil

Hasil pemeriksaan dikelola dalam sistem dan melalui proses peninjauan atau validasi sesuai prosedur yang berlaku. 

5. Pelaporan Hasil

Setelah proses yang diperlukan selesai, hasil dapat dilaporkan melalui mekanisme yang tersedia di laboratorium. 

Melalui alur tersebut, LIS mendukung pengelolaan informasi laboratorium secara lebih terstruktur dari awal hingga akhir proses pemeriksaan.

Mengenal AdamLIS, Sistem Informasi Laboratorium dari ADAMLABS

Untuk laboratorium yang ingin mengelola informasi pemeriksaan secara lebih terstruktur, pemilihan LIS perlu mempertimbangkan kebutuhan alur kerja, fitur, integrasi, dan dukungan implementasi.

AdamLIS merupakan sistem informasi laboratorium yang dirancang untuk mendukung pengelolaan proses laboratorium secara digital.

Pastikan fitur yang dibutuhkan tersedia dan sesuai dengan proses operasional fasilitas kesehatan. Dengan evaluasi yang tepat, penerapan LIS dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keteraturan pengelolaan informasi laboratorium.

Ingin mengetahui bagaimana sistem informasi laboratorium dapat mendukung operasional fasilitas kesehatan Anda? hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan laboratorium Anda.

​

​


ADAMLABS Bersama PT Bryan Medikal Hadir di MaCPLAM 2026, Dukung Transformasi Digital Laboratorium Klinik